Minggu, 16 Februari 2014
makalah model pembelajaran paikem oleh m yusuf hasyim
MAKALAH
MODEL PEMBELAJARAN PAIKEM
Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas
Mata Kuliah Teori pembelajaran PAI
Disusun oleh :
MUKHAMAD YUSUF HASYIM
PROGRAM PASCA SARJANA
UNIVERSITAS SAINS AL- QUR’AN WONOSOBO
2013
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL
DAFTAR ISI……………………… .................................................................... 1
BAB I PENDAHULUAN
Latar belakang masalah ………………………………………………. 2
Rumusan masalah …………………………………………………….. 2
Tujuan pembahasan……….…………………………………………... 2
Batasan Masalah………………………………………………………. 3
BAB II PEMBAHASAN
Pengertian PAIKEM ……………………………………....................... 4
Teori Belajar yang Melandasi Paikem ……………………. .................. 7
Penerapan PAIKEM ……………………………………........................ 9
BAB III PENUTUP
Kesimpulan ……………………………………………………….... 11
DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................... 12
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Menurut Wijaya Kusumah (2009), dalam buku tips menjadi guru inspiratif kreatif dan inovatif guru ideal adalah sosok guru yang mampu menjadi panutan dan selalu memberikan keteladanan. Ilmunya seperti mata air yang tak pernah habis. Semakin diambil semakin jernih airnya. Mengalir bening dan menghilangkan rasa dahaga bagi siapa saja yang meminumnya. Oleh karena itu suatu keniscayaan bagi seorang guru untuk selalu membimbing mengarahkan serta transfer of knowledge maupun transfer of value kepada anak didik dengan sangat baik dan ideal.
Menjadi Guru bukanlah hanya dengan melihat unsur finansial saja, tetapi sebagai panggilan jiwa dalam mengemban tanggung jawab peradaban yang besar bagi umat manusia dalam mendidik anak untuk menjadi manusia yang beradab karena hanya dengan pendidikanlah peradaban manusia bisa terwujud.
Untuk mewujudkan cita cita besar tersebut guru harus mempunyai pola pembelajaran kepada peserta didik dengan baik agar transfer of knowledge kepada anak bisa berlangsung dengan efektif dan mudah bagi siswa untuk menangkap pembelajaran dari guru.
Melalui tuntutan keprofesionalannya guru dituntut harus mampu mewujudkan proses belajar mengajar yang maksimal agar bisa efektif mencapai tujuan materi yang disampaikan, Sekaligus bisa memberi rangsangan kepada siswa agar kreatif dan aktif dalam pembelajaran. Untuk mewujudkan proses pembelajaran tersebut salah satunya dengan pola pembelajaran PAIKEM. Pada makalah ini akan dibahas berbagai permasalahan bagaimana penerapan program tersebut dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan
B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian dari PAIKEM ?
2. Teori apa saja yang melandasi PAIKEM ?
3. Bagaimana Penerapan PAIKEM ?
C. Tujuan Masalah
1. Untuk mengetahui pengertian tentang PAIKEM.
2. Untuk mengetahui tentang landasan PAIKEM.
3. Untuk mengetahui tentang Penerapan PAIKEM.
D. Batasan Masalah
Makalah ini disajikan hanya untuk membahas tentang pengertian, teori, penerapan pembelajaran PAIKEM.
BAB II
PEMBAHASAN
PENGERTIAN PAIKEM
PAIKEM adalah singkatan dari Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan. PAIKEM ini harus dikuasi oleh guru dalam proses pembelajaran agar tujuan pembelajaran tercapai.
AKTIF
Menciptakan kondisi agar siswa aktif merupakan tanggung jawab seorang guru, agar siswa dalam proses pembelajaran bukan hanya pendengar yang pasif, tetapi siswa bisa berani dan mampu menyatakan dirinya sendiri dengan aktif. Cara mengajar ini dilakukan agar para siswa mampu melakukan observasi mereka sendiri, mampu mengadakan analisis sendiri, dan mampu berpikir sendiri.
Dengan demikian dalam proses pembelajaran guru harus menciptakan suasana sedemikian rupa sehingga peserta didik aktif mengajukan pertanyaan, mengemukakan gagasan, dan memecahkan masalah.
INOVATIF
Menjadi guru Bukanlah sekedar mencontoh gurunya ketika guru itu masih belajar disekolah dulu, Tetapi guru tersebut harus bisa menciptakan kondisi belajar dan kegiatan pembelajaran yang baru sesuai tuntutan dan perkembangan pendidikan.
Menjadi Guru yang ideal dan inovatif adalah sebuah tuntutan yang tidak bisa dielakkan, masa depan bangsa ini ditentukan oleh kader kader muda bangsa, sedangkan penanggung jawab utama masa depan kader kader muda tersebut berada dipundak guru, karena gurulah yang langsung berinteraksi dengan mereka dalam membentuk kepribadian, memberikan pemahaman, menerbangkan imajinasi dan cita cita, membangkitkan semangat, dan menggerakkan kekuatan mereka.
Untuk menjadi guru yang inovatif tentu saja guru harus menguasai dan mendalami materi yang diajarkan dengan menyesuaikan diri dengan pembaharuan pembaharuan yang ada tidak hanya mengandalkan modal awal yang dia punya, Guru yang menguasai materi sebaiknya menulis diktat materi yang diajarkan, sehingga ia bisa menuangkan ide ide dan gagasan dinamisnya, juga menambahkan hal hal baru yang menjadi tuntutan dunia global.
Ketika guru tersebut sudah inovatif sehingga sebagai siswa akan selalu menjadikan guru tersebut sebagai teladan dan figur idola bagi mereka, pada akhirnya siswa akan mempunyai panutan dalam belajar sehingga siswa tersebut juga inovatif dengan melihat gurunya yang kaya akan wawasan keilmuwan dan dengan cara yang inovatif dalam menyampaikan pembelajaran.
KREATIF
Guru Yang kreatif adalah guru yang selalu bertanya kepada dirinya sendiri, apakah dia sudah menjadi guru yang baik? Apakah dia sudah mendidik dengan benar? Apakah anak didiknya mengerti pelajaran yang dia sampaikan? Dia selalu melakukan instropeksi dan memperbaiki diri. Dia selalu merasa kurang dalam proses pembelajarannya. Dia tidak pernah puas dengan apa yang dia lakukan. Selalu ada inovasi baru yang dia ciptakan dalam proses pembelajaran, Dia selalu belajar yang baru, dan merasa tertarik untuk membenahi cara mengajarnya.
Oleh karena itu Menjadi Guru yang kreatif merupakan suatu keniscayaan bagi seorang guru agar selalu berkembang keilmuwannya juga sekaligus memberi kemudahan bagi siswa dalam mengikuti proses pembelajaran juga untuk merangsang siswa dalam proses belajar agar senantiasa mengembangkan daya pikir mereka sehingga siswa tersebut bisa menghasilkan penemuan yang baru, juga kepada guru untuk menghasilkan proses pembelajaran yang baru yang lebih menarik, karena pada dasarnya untuk mendidik anak dalam mengembangkan kreativitasnya guru harus terlebih dahulu kreatif
Menurut Balnadi Sutadipura (1985) dalam buku tips menjadi guru inspiratif kreatif dan inovatif, Kreativitas menjadi unsur penting bagi seorang guru. Kreativitas adalah kesanggupan untuk menemukan sesuatu yang baru dengan jalan mempergunakan daya khayal, fantasi atau imajinasi.
Kreativitas yang harus dikembangkan adalah daya cipta yang mula mula timbul untuk merangsang anak didik kearah penyajian kembali, penelaahan kembali, rethinking, dan rediscovery, yang lambat laun, tetapi pasti menjurus kearah penemuan yang baru dan timbulnya problem baru.
EFEKTIF
Dalam mengajar guru harus efektif agar penyampaian pembelajaran ke anak didik mengena dan tepat sasaran, sehingga waktu tatap muka dengan murid adalah sangat mahal harganya, dengan efektif ini guru harus bisa memanfaatkan waktu yang ada untuk dimanfaatkan sebaik baiknya.
Efektif yaitu menghasilkan apa yang harus dikuasai siswa setelah proses pembelajaran yakni mencapai tujuan/kompetensi yang ditetapkan.
Ciri ciri guru efektif menurut Gary A. Dvis dan Margaret A. Thomas ( 1989) dalam buku Prof.Suyanto, Ph.D Menjadi Guru Profesional. Th. 2013 telah mengelompokkannya dalam empat kelompok besar, yaitu :
Memiliki kemampuan yang terkait dengan iklim belajar dikelas
Kemampuan yang terkait dengan strategi mnajemen pembelajaran
Memiliki kemampuan yang terkait dengan pemberian umpan balik (feedback) dan penguatan (reinforcement)
Memiliki kemampuan yang terkait peningkatan diri
MENYENANGKAN
Menyenangkan yaitu guru harus mampu menciptakan suasana belajar mengajar yang menyenangkan sehingga siswa memusatkan perhatian yang tinggi.
Menyenangkan disini dalam arti guru selalu membuat kelas tersebut tidak dalam kondisi terpaksa, peserta didik merasa enjoy, senang dalam proses belajar mengajar yang senantiasa tidak keluar dari tujuan pembelajaran.
Menyenangkan harus dimaknai secara luas, antara lain belajar “ Tanpa Tekanan “, Dapat “dinikmati” oleh pembelajarnya, Menyenangkan, mengasikkan, menguatkan dan mencerdaskan, Siswa dilatih olah pikir, olah hati, olah rasa, olah raga, Memberikan tantangan kepada siswa untuk berfikir, mencoba dan belajar lebih lanjut penuh dengan percaya diri dan mandiri untuk mengembangkan potensi positifnya secara optimal. Menjadi manusia yang berkarakter penuh percaya diri, menjadi dirinya sendiri dan mempunyai semangat kompetitif dalam nuansa kebersamaan.
Mengajar adalah pekerjaan yang sulit dan menantang. Anak anak saat ini mengalami tekanan dari tantangan tantangan emosi , mental, dan fisik yang memengaruhi perilaku dan kemampuan belajar mereka. Berhubungan dengan anak anak membutuhkan banyak sekali persediaan kesabaran dan kebijaksanaan. Rasa humor yang membangun juga dapat membantu.
Dalam mencapai proses pembelajaran yang menyenangkan tentu saja guru harus mengerti betul kondisi kelas tersebut secara keseluruhan.
Secara garis besar PAIKEM dapat digambarkan sebagai berikut :
Siswa terlibat dalam berbagai kegiatan yang mengembangkan pemahaman dan kemampuan mereka dengan penekanan pada belajar melalui berbuat.
Guru menggunakan berbagai alat bantu dan berbagai cara dalam membangkitkan semangat, termasuk menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar untuk menjadikan pembelajaran menarik, menyenangkan, dan cocok bagi siswa.
Guru mengatur kelas dengan memajang buku-buku dan bahan belajar yang lebih menarik dan menyediakan ‘pojok baca’.
Guru menerapkan cara mengajar yang lebih kooperatif dan interaktif, termasuk cara belajar kelompok.
Guru mendorong siswa untuk menemukan caranya sendiri dalam pemecahan suatu masalah, untuk mengungkapkan gagasannya, dan melibatkan siswa dalam menciptakan lingkungan sekolahnya.
Program pembelajaran seperti ini harus disertai dengan kemampuan dan wawasan guru yang cukup baik, karena guru dituntut mampu menciptakan kondisi belajar yang baik di dalam maupun di luar kelas. Sedang siswa secara individual maupun kelompok aktif mencari, menggali, dan menemukan konsep keilmuan.
TEORI BELAJAR YANG MELANDASI PAIKEM
Banyak teori belajar yang menjadi landasan model PAIKEM diantaranya adalah Teori Jean Piaget, Teori Konstruktivisme, Teori Bandura dan Teori Bruner. Berikut akan dijelaskan beberapa teori yang melandasi model pembelajaran ini.
1. Teori Perkembangan Jean Piaget
Teori Perkembangan Kognitif, dikembangkan oleh Jean Piaget, seorang psikolog Swiss yang hidup tahun 1896-1980. Teorinya memberikan banyak konsep utama dalam lapangan psikologi perkembangan dan berpengaruh terhadap perkembangan konsep kecerdasan, yang bagi Piaget, berarti kemampuan untuk secara lebih tepat merepresentasikan dunia dan melakukan operasi logis dalam representasi konsep yang berdasar pada kenyataan. Teori ini membahas munculnya dan diperolehnya schemata—skema tentang bagaimana seseorang mempersepsi lingkungannya— dalam tahapan-tahapan perkembangan, saat seseorang memperoleh cara baru dalam merepresentasikan informasi secara mental. Teori ini digolongkan ke dalam konstruktivisme, yang berarti, tidak seperti teori nativisme (yang menggambarkan perkembangan kognitif sebagai pemunculan pengetahuan dan kemampuan bawaan), teori ini berpendapat bahwa kita membangun kemampuan kognitif kita melalui tindakan yang termotivasi dengan sendirinya terhadap lingkungan. Untuk pengembangan teori ini, Piaget memperoleh Erasmus Prize. Piaget membagi skema yang digunakan anak untuk memahami dunianya melalui empat periode utama yang berkorelasi dengan dan semakin canggih seiring pertambahan usia:
Periode sensorimotor (usia 0–2 tahun)
Periode praoperasional (usia 2–7 tahun)
Periode operasional konkrit (usia 7–11 tahun)
Periode operasional formal (usia 11 tahun sampai dewasa)
Jelas teori piaget tersebut menegaskan bahwa guru harus mampu menciptakan keadaan pembelajar yang mampu belajar mandiri. Artinya guru tidak sepenuhnya mengajarkan suatu bahan ajar kepada pembelajar, tetapi guru dapat membangun pembelajar yang mampu belajar dan terlibat aktif dalam belajar
2. Teori Bandura
Bandura meneliti beberapa kasus, salah satunya ialah kenakalan remaja. Menurutnya, lingkungan memang membentuk perilaku dan perilaku membentuk lingkungan. Oleh Bandura, konsep ini disebut determinisme resiprokal yaitu proses yang mana dunia dan perilaku seseorang saling memengaruhi. Lanjutnya, ia melihat bahwa kepribadian merupakan hasil dari interaksi tiga hal yakni lingkungan, perilaku, dan proses psikologi seseorang. Proses psikologis ini berisi kemampuan untuk menyelaraskan berbagai citra (images) dalam pikiran dan bahasa.
Dalam teorinya, Bandura menekankan dua hal penting yang sangat mempengaruhi perilaku manusia yaitu pembelajaran observasional (modeling) yang lebih dikenal dengan teori pembelajaran sosial dan regulasi diri. Beberapa tahapan yang terjadi dalam proses modeling: Atensi (perhatian), Retensi (ingatan), Reproduksi, Motivasi
Seseorang belajar menurut teori ini dilakukan dengan mengamati tingkah laku orang lain (model), hasil pengamatan itu kemudian dimantapkan dengan cara menghubungkan pengalaman baru dengan pengalaman sebelumnya atau mengulang-ulang kembali. Berdasarkan pola perilaku ini, Guru harus bisa menjadi model bagi anak didiknya dengan selalu aktif kreatif, inovatif dan selalu menyenangkan ketika berhadapan dengan murid didalam kelas maupun diluar kelas.
3. Teori Bruner
Menurut Bruner, dalam prosses belajar siswa menempuh tiga tahap, yaitu:
Tahap informasi (tahap penerimaan materi)
Dalam tahap ini, seorang siswa yang sedang belajar memperoleh sejumlah keterangan mengenai materi yang sedang dipelajari.
Tahap transformasi (tahap pengubahan materi)
Dalam tahap ini, informasi yang telah diperoleh itu dianalisis, diubah atau ditransformasikan menjadi bentuk yang abstrak atau konseptual.
Tahap evaluasi
Dalam tahap evaluasi, seorang siswa menilai sendiri sampai sejauh mana informasi yang telah ditransformasikan tadi dapat dimanfaatkan untuk memahami gejala atau masalah yang dihadapi.
Aplikasi ide-ide Bruner dalam pembelajaran digambarkan sebagai berikut.
Memberikan contoh dan bukan contoh dari konsep yang dipelajari;
Membantu siswa mencari hubungan antar konsep;
Mengajukan pertanyaan dan membiarkan siswa mencoba menemukan sendiri jawabannya; dan
Mendorong siswa untuk membuat dugaan yang bersifat intuitif.
Penerapan PAIKEM dalam Proses Pembelajaran
Secara garis besar, penerapan PAIKEM dalam pembelajaran dapat digambarkan sebagai berikut:
Siswa terlibat dalam berbagai kegiatan yang mengembangkan pemahaman dan kemampuan mereka dengan penekanan pada belajar melalui berbuat.
Guru menggunakan berbagai alat bantu dan berbagai cara dalam membangkitkan semangat, termasuk menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar untuk menjadikan pembelajaran menarik, menyenangkan, dan cocok bagi siswa.
Guru mengatur kelas dengan memajang buku-buku dan bahan belajar yang lebih menarik dan menyediakan „pojok baca‟
Guru menerapkan cara mengajar yang lebih kooperatif dan interaktif, termasuk cara belajar kelompok.
Guru mendorong siswa untuk menemukan caranya sendiri dalam pemecahan suatu masalah, untuk mengungkapkan gagasannya, dan melibatkam siswa dalam menciptakan lingkungan sekolahnya.
PAIKEM diperlihatkan dengan berbagai kegiatan yang terjadi selama KBM. Pada saat yang sama, gambaran tersebut menunjukkan kemampuan yang perlu dikuasai guru untuk menciptakan keadaan tersebut
Dengan penerapan seperti diatas Pendekatan pembelajaran PAIKEM dapat membawa angin perubahan dalam pembelajaran, yaitu:
Guru dan murid sama-sama aktif dan terjadi interaksi timbal balik antara keduanya. Guru dalam pembelajaran tidak hanya berperan sebagai pengajar dan pendidik juga berperan sebagai fasilitator.
Guru dan murid dapat mengembangkan kreativitas dalam pembelajaran. Guru dapat mengembangkan kreativitasnya dalam hal: teknik pengajaran, penggunaan multimetode, pemakaian media, dan guru dapat berperan sebagai mediator bagi murid-muridnya.
Murid merasa senang dan nyaman dalam pembelajaran, tidak merasa tertekan sehingga proses berpikir anak akan berjalan normal.
Munculnya pembahasan dalam pembelajaran di kelas.
BAB III
PENUTUP
(KESIMPULAN)
Dari pembahasan di atas dapat diambil kesimpulan bahwa model pembelajaran serta perangkat dan setting PAIKEM (Pembelajaran Aktif Inovatif Kreatif Efektif Menyenagkan) dengan Aktif berarti siswa berperan serta dalam pembelajaran dan tidak pasif, Inovatif berarti siswa bisa memberikan ide atau gagasan baru mengenai pembelajaran, Kreatif berarti siswa mengaplikasikan ide dan gagasan menjadi sebuah realisasi seperti membuat alat peraga, Efektif berarti pembelajaran memenuhi kompetensi, Menyenangkan berarti siswa lebih termotivasi karena pembelajaran tidak membosankan atau menakutkan, Dan siswa akan merindukan belajar kembali karena proses pembelajarnnya menyenangkan.
PAIKEM diterapkan dengan cara guru bertindak sebagai fasilitator dalam proses pembelajaran siswa, sehingga apabila dalam proses pembelajaran tersebut ada siswa yang mengalami kesulitan memahami pelajaran dapat langsung ditanyakan kepada guru.
DAFTAR PUSTAKA
Roestiyah N.K.. Strategi Belajar Mengajar PT Rineka Cipta Jakarta: 2001
Prof. Suyanto, Ph.D. Menjadi Guru Profesional, Erlangga: 2013
Jamal Ma’mur Asmani, Tips Menjadi Guru inspiratif, kreatid,dan inovatif, Diva Press, Jogjakart: 2010
Lou Anne Johnson, Pengajaran yang kreatif dan menarik, PT macanan jaya cemerlang: 2009
http://8tunas8.wordpress.com/teori-belajar-mengajar-menurut-jerome-s-bruner/. Diakses tanggal 22-12-2013,jam 6:42 WIB
http://id.wikipedia.org/wiki/Albert_Bandura. Diaskses tgl 22-12-2013 jam 06:31 WIB
http://id.wikipedia.org/wiki/Teori_perkembangan_kognitif. diakses tgl 22-12-2013 jam:06:18 WIB
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar